Selasa, 25 November 2025

Presentasi Kelompok

Presentasi Subnetting 192.168.1.0/27

Presentasi Subnetting IP Address

192.168.1.0/27

Latihan menghitung subnet, host, dan broadcast address

Kelompok 3 - Jaringan Komputer
1 / 5

Anggota Kelompok 3

  • Dianita Aira Diyastuti
  • Elfira Zahrotus Salma
  • Galuh Sila Luhur
  • Christian Yusuf Alfred
  • Fadhil Ahmad Qomarudin
2 / 5

IP Address & Subnetting

IP Address

IP Address adalah alamat unik yang diberikan kepada setiap perangkat dalam jaringan agar bisa saling berkomunikasi. Setiap IP terdiri dari dua bagian utama: Network ID (bagian jaringan) dan Host ID (bagian perangkat).

Subnetting

Subnetting adalah teknik membagi satu jaringan besar menjadi beberapa jaringan kecil (subnet) untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan pengelolaan jaringan.

Notasi CIDR /27

CIDR (Classless Inter-Domain Routing) adalah cara modern menuliskan IP address dan subnet mask menggunakan garis miring (/) diikuti jumlah bit network yang tidak dibatasi oktet. Misalnya /27 berarti 27 bit pertama adalah network ID dan sisanya (32-27=5) untuk host ID.

Perbandingan dengan Kelas IP:

  • Kelas A → Network: 8 bit → Rentang IP: 1.0.0.0 – 126.255.255.255
  • Kelas B → Network: 16 bit → Rentang IP: 128.0.0.0 – 191.255.255.255
  • Kelas C → Network: 24 bit → Rentang IP: 192.0.0.0 – 223.255.255.255

IP 192.168.1.0/27 termasuk Kelas C karena tiga oktet pertama digunakan untuk network, ditambah 3 bit subnet tambahan dari oktet keempat.

3 / 5

Perhitungan Subnet 192.168.1.0/27

Informasi Dasar

IP: 192.168.1.0/27
Subnet Mask: 255.255.255.224

Binary Subnet Mask:
11111111 . 11111111 . 11111111 . 11100000
27 bit Network | 5 bit Host
Perhitungan Lengkap
1. Jumlah Subnet
= 2x
= 23
= 8 Subnet
2. Jumlah Host
= 2y - 2
= 25 - 2
= 30 Host/Subnet
3. Blok Subnet
= 256 - 224
= 32
Jadi blok subnetnya terdiri dari 0, 32, 64, 96, 128, 160, 192, 224 (Setiap subnet naik kelipatan 32)
Subnet untuk Kelompok 3

Subnet ke-3: 192.168.1.64

Host Pertama
192.168.1.65
Host Terakhir
192.168.1.94
Broadcast
192.168.1.95
Subnet Mask
255.255.255.224
4 / 5

Kesimpulan

Ringkasan
Total Subnet
8
Host/Subnet
30
Blok Subnet
32
Subnet Kami
192.168.1.64
Manfaat
Efisiensi penggunaan IP address
Manajemen jaringan lebih mudah
Keamanan jaringan meningkat
Pengurangan traffic broadcast
Penutup

Dengan subnetting, jaringan 192.168.1.0/27 dapat dioptimalkan untuk performa dan manajemen yang lebih baik.

Terima kasih atas perhatiannya!
Kelompok 3 - Jaringan Komputer
5 / 5

IP Address 192.168.1.0/29-untuk subnet ke 12

 192.168.1.0/29

11111111.11111111.11111111.11111000

255.255.255.248

1.Jumlah subnet = 2^x

                            = 2^5-2

                            =30

2.jumlah host = 2^y

                            =2^3

                            =8

3.Blok subnet = 256-248

                        = 8

Total ada 32 Subnet dimulai dari 0,8,16,24,32,40,48,56,64,72,80,88,96,104,112,120,128,136,144,152,160,168,176,184,192,200,208,216,224,232,240,248


Saya absen 12 maka saya /88


Subnet= 192.168.1.88
Host Pertama= 192.168.1.89
Host Terakhir= 192.168.1.94


Brodcast= 192.168.1.95

Memahami prinsip kerja dan teknologi fiber optic.

 


Mengenal Prinsip dan Cara Kerja Fiber Optik


Fiber Optik adalah suatu jenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus, dan digunakan sebagai media transmisi, karena dapat mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat yang lainnya dengan kecepatan sangat tinggi.

Cara kerja fiber optik salah satunya adalah dengan memanfaatkan bahan penyusunnya untuk memperoleh refleksi maupun pantulan cahaya total yang tinggi.

Dari cermin inilah data bakal ditransmisikan lebih cepat pada jarak yang tak terbatas.

Sementara, fiber optik sendiri merupakan kabel yang dapat mengubah sinyal listrik menjadi cahaya kemudian mengalirkannya dari satu titik ke titik berikutnya.

 
Bagaimana Cara Kerja Fiber Optik Hingga Kelebihan dan Kekurangannya

Fiber optik kerap digunakan untuk jaringan internet karena mensuport proses transmisi dengan sangat cepat.

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, fiber optik memiliki sistem kerja yang berbeda dari kabel biasanya.

Jika kebanyakan kabel menggunakan aliran listrik untuk mentransmisikan data maka, fiber optik memakai aliran cahaya.

Aliran cahaya inilah yang kemudian dikonversikan agar tak terganggu oleh adanya gelombang elektromagnetik.

Fiber optik umumnya memanfaatkan serat kaca sebagai bahan pembuatnya.

Serat kaca akan memperoleh refleksi maupun pantulan cahaya total yang tinggi dari cermin yang kemudian akan meneruskan data.

Pantulan cahaya itu diperoleh melalui cahaya yang menjalari serat kaca pada sudut yang rendah.

Cara kerja fiber optik juga dipengaruhi oleh efisiensi pantulan cahaya yang disajikan oleh kemurnian bahan penyusunnya.

Semakin murni bahan cermin yang digunakan maka penyerapan cahaya akan semakin sedikit oleh fiber optik.

Minimnya penyerapan tersebut justru akan menghasilkan pantulan cahaya yang tinggi.

VLSM

 

VLSM

Misalnya kita punya Network: 192.168.10.0/25 dan kebutuhan:

Subnet A = 60 host

Subnet B = 24 host

Subnet C = 12 host

Subnet D = 5 host

Buat solusinya dengan VLSM dengan menggunakan Diagram Visual — Alur Perhitungan VLSM


Solusi dengan VLSM:    

# Subnet A (60 host) --> butuh /26 (64 alamat, 62 host) --> 192.168.10.0/26

# Subnet B (24 host) --> butuh /27 (32 alamat, 30 host) --> 192.168.10.0/27

# Subnet C (12 host) --> butuh /28 (16 alamat, 14 host) --> 192.168.10.0/28

# Subnet D (  5 host) --> butuh /29 (8   alamat,  6   host) --> 192.168.10.0/29


Semua kebutuhan host terpenuhi tanpa boros IP

Memilih kabel fiber optic sesuai kebutuhan.



Berikut adalah Macam-macam Fiber Optik berdasarkan penggunaannya.


1. Aerial, merupakan jenis kabel fiber optik yang digunakan untuk distribusi. Distribusi sendiri merupakan jalur dari ODC (Optical Distribution Center) menuju ODP (Optical Distribution Point). Biasanya kabel Aerial ini berada di atas menempel dengan tiang.


2. Duct Cable, merupkan jenis kabel fiber optik yang juga digunakan untuk distribusi tetapi berada di bawah permukaan tanah pada kedalaman tertentu (biasanya 1,2 meter) dengan menggunakan pelindung agar tidak merusak core (bending). Duct cable saat ini sering dijumpai di Kota-kota yang memiliki tata ruang tidak diperbolehkan adanya penanaman tiang.


3. Direct Burried, merupakan jenis Duct Cable yang penanamannya tidak menggunakan pelindung.


4. Submarine, merupkan jenis kabel fiber optik yang digunakan untuk melintas laut. Kabel ini merupakan jenis kabel fiber optik paling kuat terhadap tekanan karena posisinya yang berada di dasar laut sehingga harus memiliki ketahanan terhadap air laut yang tinggi.


5. Drop Wire atau sering dikenal juga Drop Core, merupakan kabel dengan jumlah 1 core yang di gunakan untuk melakukan pemasangan jaringan rumah (biasanya di lakukan oleh IKR). Kabel ini menghubungkan antara ODP dengan ONT/ONU atau sering disebut dengan modem.


6. Pigtail, merupakan jenis kabel fiber optik berwarna kuning yang memiliki ujung konektor 1 sehingga dalam pemasangannya harus menggunakan splicer. Pigtail biasanya digunakan di perangkat pasif OTB, ODC serta ODP.


7. Patchcore, merupakan jenis kabel fiber optik berwarna kuning seperti pigtail, memiliki diameter lebih besar dan konektor di kedua ujung. Patchcore sering digunakan pada perangkat aktif untuk menghubungkan perangkat aktif ke perangkat pasif.

Memahami jenis-jenis kabel fiber optic.

 


Jenis-jenis Kabel Fiber Optik


1. Kabel Fiber Optik Single-Mode (SMF)

Deskripsi: Kabel fiber optik single-mode dirancang untuk mentransmisikan cahaya melalui satu mode gelombang dengan diameter inti yang sangat kecil, biasanya sekitar 8-10 mikron. Kabel ini menggunakan laser sebagai sumber cahaya, yang memungkinkan transmisi data pada jarak yang sangat jauh.

Fungsi: Kabel single-mode ideal untuk aplikasi yang memerlukan transmisi data jarak jauh, seperti dalam jaringan telekomunikasi, kabel backbone, dan koneksi antara data center. Kabel ini menawarkan kecepatan tinggi dan rendahnya pengurangan sinyal, sehingga cocok untuk jaringan yang membutuhkan bandwidth besar dan latensi rendah.

Kelebihan:Kemampuan transmisi jarak jauh yang sangat baik.
Kecepatan transfer data tinggi.
Kualitas sinyal yang stabil dan minim interferensi.

Kekurangan:Biaya pemasangan yang lebih tinggi.
Instalasi dan perawatan yang memerlukan keterampilan khusus.


2. Kabel Fiber Optik Multi-Mode (MMF)

Deskripsi: Kabel fiber optik multi-mode memiliki diameter inti yang lebih besar, biasanya sekitar 50-62,5 mikron, yang memungkinkan cahaya untuk dipandu melalui berbagai mode gelombang. Kabel ini biasanya menggunakan LED sebagai sumber cahaya dan cocok untuk jarak transmisi yang lebih pendek.

Fungsi: Kabel multi-mode sering digunakan dalam jaringan lokal (LAN), jaringan data center, dan aplikasi kampus. Mereka ideal untuk transmisi data pada jarak pendek hingga menengah dengan kecepatan tinggi, seperti dalam jaringan internal atau sistem komunikasi dalam gedung.

Kelebihan:Biaya lebih rendah dibandingkan dengan kabel single-mode.
Instalasi yang lebih mudah dan kurang sensitif terhadap kesalahan.
Baik untuk transmisi data pada jarak pendek hingga menengah.

Kekurangan:Kemampuan transmisi jarak jauh terbatas.
Kecepatan transfer data dapat menurun pada jarak yang lebih panjang.

3. Kabel Fiber Optik Single-Mode dan Multi-Mode dalam Kabel yang Sama (Hybrid)

Deskripsi: Kabel fiber optik hybrid menggabungkan serat single-mode dan multi-mode dalam satu kabel. Ini memungkinkan fleksibilitas dalam aplikasi yang memerlukan kombinasi dari kedua jenis serat untuk memenuhi berbagai kebutuhan transmisi data.

Fungsi: Kabel hybrid sering digunakan dalam jaringan yang memerlukan konektivitas fleksibel untuk berbagai jenis aplikasi, seperti jaringan kampus besar atau sistem komunikasi yang menghubungkan berbagai lokasi dengan kebutuhan bandwidth yang berbeda.

Kelebihan:Fleksibilitas untuk berbagai aplikasi.
Memungkinkan penggunaan serat single-mode dan multi-mode dalam satu kabel.
Mengurangi kebutuhan untuk kabel terpisah dan mempermudah instalasi.

Kekurangan:Biaya yang lebih tinggi dibandingkan dengan kabel serat optik tunggal.
Instalasi yang mungkin lebih kompleks.


4. Kabel Fiber Optik dengan Selubung (Armored Fiber Optic Cable)

Deskripsi: Kabel fiber optik berlapis pelindung (armored) dilindungi dengan lapisan logam atau bahan tahan lama lainnya untuk melindungi serat dari kerusakan fisik, seperti gigitan hewan, dampak mekanis, atau kondisi lingkungan yang ekstrem.

Fungsi: Kabel berlapis pelindung ideal untuk aplikasi di luar ruangan, atau dalam lingkungan yang rentan terhadap kerusakan fisik. Mereka sering digunakan dalam instalasi di bawah tanah, saluran kabel, atau area dengan risiko kerusakan mekanis.

Kelebihan:Perlindungan tambahan terhadap kerusakan fisik.
Cocok untuk instalasi di luar ruangan atau lingkungan keras.

Kekurangan:Biaya lebih tinggi dibandingkan dengan kabel fiber optik standar.
Instalasi mungkin memerlukan alat khusus untuk penanganan.

Memahami jaringan fiber optic.

 

Apa Itu Jaringan Fiber Optic?

Jaringan fiber optic terdiri dari kabel yang terbuat dari serat optik yang sangat tipis, hampir seukuran rambut manusia. Serat optik ini dapat terbuat dari kaca atau plastik, dan berfungsi untuk mengalirkan cahaya sebagai sinyal data. Kabel fiber optic berfungsi untuk menghubungkan perangkat satu sama lain dalam sebuah jaringan komunikasi, baik itu untuk internet, telekomunikasi, atau sistem data lainnya.

Pada umumnya, kabel fiber optic terdiri dari tiga bagian utama: inti (core), lapisan pelindung (cladding), dan pelindung luar (jacket). Inti adalah bagian di dalam kabel yang terbuat dari serat optik kaca atau plastik yang memungkinkan cahaya bergerak. Lapisan cladding berfungsi untuk memantulkan cahaya yang bergerak di dalam inti, sehingga cahaya tetap terjaga dalam jalurnya, meskipun terjadi lengkungan atau perubahan arah. Terakhir, pelindung luar (jacket) berfungsi untuk melindungi kabel dari kerusakan fisik dan gangguan lingkungan.



Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik

  Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik Gambar 428 Diagram Alur Splicing  dalam Komunikasi Optik Berikut penjelasan  Konsep Dasar Spl...