Praktikum Splicing Kelompok 5
Anggota Kelompok: Elfira Zahrotus Salma (12)
Galuh Sila Luhur (14)
- Persiapa Alat dan Bahan
Praktikum Splicing Kelompok 5
Anggota Kelompok: Elfira Zahrotus Salma (12)
Galuh Sila Luhur (14)
Berikut penjelasan Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik yang disusun ringkas, sistematis, dan mudah dipahami (cocok untuk materi SMK / dasar jaringan):
Splicing adalah proses menyambungkan dua ujung kabel fiber optik secara permanen sehingga cahaya (sinyal optik) dapat diteruskan dengan redaman (loss) sekecil mungkin.
Berbeda dengan connector, splicing tidak bisa dilepas-pasang dan umumnya digunakan pada:
Tujuan utama splicing dalam komunikasi optik adalah:
- Menghubungkan kabel fiber optik
- Memperpanjang jalur transmisi
- Memperbaiki kabel fiber yang putus
- Menjaga kualitas sinyal optik
- Mengurangi redaman dan refleksi
Splicing bekerja dengan prinsip:
a. Menyelaraskan core (inti) fiber optik secara presisi
b. Menggabungkan kedua ujung fiber sehingga:
- Cahaya tetap merambat lurus
- Pantulan (reflection) minimal
- Kehilangan daya (loss) sangat kecil
Semakin presisi penyambungan core, semakin kecil nilai insertion loss.
A. Fusion Splicing (Splicing Peleburan)
Merupakan metode paling umum dan paling baik kualitasnya.
Ciri-ciri:
- Menggunakan Fusion Splicer
- Ujung fiber dilebur dengan arc listrik
- Loss sangat kecil (± 0,01–0,05 dB)
- Sambungan kuat dan tahan lama
Digunakan untuk:
- Backbone FO
- Jaringan ISP
- Jaringan jarak jauh
B. Mechanical Splicing (Splicing Mekanik)
Metode penyambungan tanpa peleburan.
Ciri-ciri:
- Menggunakan alat mekanik dan gel optik
- Lebih cepat dan murah
- Loss lebih besar (± 0,2–0,5 dB)
Digunakan untuk:
- Perbaikan darurat
- Instalasi sementara
- Latihan/praktikum
Beberapa komponen penting dalam proses splicing:
- Core : inti penghantar cahaya
- Cladding : pembungkus core
- Coating : pelindung fiber
- Fusion Splicer
- Fiber Cleaver
- Stripper Fiber
- Splice Protector (Sleeve)
A. Insertion Loss
Kehilangan daya akibat sambungan.
- Standar baik: ≤ 0,1 dB
- Semakin kecil, semakin baik
B. Return Loss
Pantulan cahaya ke arah sumber.
- Nilai besar (dB tinggi) menandakan pantulan kecil
a. Kebersihan ujung fiber
b. Ketepatan pemotongan (cleaving)
c. Keselarasan core
d. Jenis fiber (SM/MM)
e. Kualitas alat splicer
f. Keterampilan teknisi
Splicing sangat penting karena:
- Menentukan keandalan jaringan
- Mempengaruhi jarak transmisi
- Berpengaruh langsung pada kecepatan dan kualitas data
- Mengurangi gangguan dan error sinyal
- Jaringan FTTH (Fiber To The Home)
- Jaringan Metro Ethernet
- Backbone antar gedung/kota
- Sistem komunikasi data dan internet
Persiapan Alat
Pemotongan Kabel
Belah tengah Kabel Fiber Optic
Latihan menghitung subnet, host, dan broadcast address
IP Address adalah alamat unik yang diberikan kepada setiap perangkat dalam jaringan agar bisa saling berkomunikasi. Setiap IP terdiri dari dua bagian utama: Network ID (bagian jaringan) dan Host ID (bagian perangkat).
Subnetting adalah teknik membagi satu jaringan besar menjadi beberapa jaringan kecil (subnet) untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan pengelolaan jaringan.
CIDR (Classless Inter-Domain Routing) adalah cara modern menuliskan IP address dan subnet mask menggunakan garis miring (/) diikuti jumlah bit network yang tidak dibatasi oktet. Misalnya /27 berarti 27 bit pertama adalah network ID dan sisanya (32-27=5) untuk host ID.
Perbandingan dengan Kelas IP:
IP 192.168.1.0/27 termasuk Kelas C karena tiga oktet pertama digunakan untuk network, ditambah 3 bit subnet tambahan dari oktet keempat.
IP: 192.168.1.0/27
Subnet Mask: 255.255.255.224
Subnet ke-3: 192.168.1.64
Dengan subnetting, jaringan 192.168.1.0/27 dapat dioptimalkan untuk performa dan manajemen yang lebih baik.
192.168.1.0/29
11111111.11111111.11111111.11111000
255.255.255.248
1.Jumlah subnet = 2^x
= 2^5-2
=30
2.jumlah host = 2^y
=2^3
=8
3.Blok subnet = 256-248
= 8
Misalnya kita punya Network: 192.168.10.0/25 dan kebutuhan:
Subnet A = 60 host
Subnet B = 24 host
Subnet C = 12 host
Subnet D = 5 host
Buat solusinya dengan VLSM dengan menggunakan Diagram Visual — Alur Perhitungan VLSM
Solusi dengan VLSM:
# Subnet A (60 host) --> butuh /26 (64 alamat, 62 host) --> 192.168.10.0/26
# Subnet B (24 host) --> butuh /27 (32 alamat, 30 host) --> 192.168.10.0/27
# Subnet C (12 host) --> butuh /28 (16 alamat, 14 host) --> 192.168.10.0/28
# Subnet D ( 5 host) --> butuh /29 (8 alamat, 6 host) --> 192.168.10.0/29
Semua kebutuhan host terpenuhi tanpa boros IP
Praktikum Splicing Kelompok 5 Anggota Kelompok: Elfira Zahrotus Salma (12) Galuh Sila Luhur (14) Pe...